Nureazizah13'smith











{April 25, 2010}   KONFLIK DALAM MANAGEMENT

Konflik adalah segala bentuk interaksi yang bersifat oposisi atau interaksi yang bersifat antargonistik. Konflik terjadi karena perbedaan dan kelangkaan kekuasaan, perbedaan kelangkaan posisi sosial dan posisi sumber daya karena disebabkan sistem nilai dan penilaian yang berbeda. Konflik terjadi pada dua tingkat, yaitu tingkat antar pribadi dan tingkat antar kelompok. Konflik dapat dibedakan dalam konfli fungsional dan konflik disfungsional.

Konflik fungsional adalah konflik yang mendukung tercapainya tujuan organisasi dan karenanya sering kali bersifat konstruktif. Adapun konflik disfungsional adalah suatu konflik yang menghambat terapainya tujuan organisasi dan karenanya sering bersifat destruktif.

Gejala Konflik

Gejala konflik yang ada di dalam organisasi sebagai berikut:

  • Adanya komunikasi yang lemah
  • Adanya permusuhan atau¬† iri hati antar kelompok
  • Adanya friksi antar pribadi
  • Eskalasi arbitrasi
  • Moral yang rendah
  • Perbedaan keyakinan yang ekstrim

TINGKATAN KONFLIK

  1. Konflik dalam diri pribadi. Terbagi dalam konflik kognisi dan konflik afektif. Konflik kognisi terkait dengan cakupan intelektual (pemikiran) sedangkan konflik afektif berkaitan dengan cakupan perilaku atau sikap.
  2. Konflik antar pribadi. Berkaitan dengan dua orang atau lebih yang mempunyai perbedaan untuk menentukan dan memilih isu, tindakan atau tujuan yang ketiga-tiganya sama-sama penting artinya.
  3. Konflik dalam kelompok. Jika dua orang atu lebih dalam kelompok terdapat ketidak samaan pilihan untuk menentukan cara yang akan ditempuh.
  4. Konflik antar kelompok.  Konflik yang terjadi dikarenakan masing-masing kelompok melihat sesualu sesuai dengan kepentingan kelompoknya.
  5. Konflik dalam organisasi. Terdiri dari konflik vertikal, horizontal dan diagonal.
  • Konflik vertikal terjadi jika yang berkonflik memiliki hubungan vertikal seperti bawahan dengan atasan.
  • Konflik horizontal terjadi jika yang berkonflik adalah individu yang memiliki kedudukan yang sejajar.
  • Konflik digonal terjadi jika konflik telah merambah pada seluruh distribusi sumber daya yang ada dalam organisasi
  1. Konflik antar organisasi. Adalah konflik yang terjadi antar organisasi yang berentitas mandiri yang tidak mempunyai hubungan organisasi.

SIFAT KONFLIK

  1. Konflik laten. Konflik dimulai ketika kondisi konflik ada.
  2. Konflik yang dikenal. Orang atau kelompok mulai mengetahui bahwa konflik benar-benar ada.
  3. Konflik yang dirasakan.setiap orang dari anggota kelompok sudah merasakan perasaan yang kurang enak dalam kelompok
  4. Konflik manifes. Semua pihak yang terlibat dalam konflik menyadari untung dan ruginya adanya konflik.
  5. Konflik lanjutan. Setelah penyelesaian konflik dilakukan maka biasanya masih terjadi bekas-bekas adanya konflik.

PENYEBAB KONFLIK

Yang sering kali menjadi pemicu terjadinya konflik disfungsional.

  1. Adanya kepribadian yang saling bertentangan
  2. Adanya sistem nilai yang saling bertentangan.
  3. Adanya tugas yang batasan nya kurang jeelas dan sering kali bersifat tumpang tindih
  4. Adanya persaingan yang tidak fair
  5. Adanya persaingan yang diberi fasilitas yang sangat terbatas
  6. Proses komunikasi yang tidak tepat
  7. Adanya tugas yang saling bergantung satu sama lain
  8. Kompleksitas organisasi yang cukup tinggi
  9. Adanya kebijakan-kebijakan yang kurang jelas dan tidak dapat diterima secara rasional
  10. Adanya berbagai tekanan yang cukup besar
  11. Adanya keputusan yang dibuat secara kolektif. Dalam hal ini umumnya kelompok mayoritas yang mempunyai dominan
  12. Adanya keputusan yang dibuat secara konsensus
  13. Adanya harapan yang sulit dipenuhi
  14. Permasalahan dilematis yang sulit dipecahkan.

Cara menanggulangi konflik

  • Membantu
  • Mendominasikan
  • Menghindar

Aliran Pemikiran Tentang Konflik

  • Aliran tradisional : konflik dipandang negatif dan disamakan dengan segala bentuk pengerusakan,demonstrasi,penghancuran dan pemaksaan negatif lainnya. Berdasarkan studi Hawthorne, konflik merupakan perilaku disfungsional (malfungsi0 yang disebabkan karena lemahnya komunikasi, kurangnya keterbukaan dan kurangnya kepercayaan satu sam lain dan kegagalan manager merespon kebutuhan.
  • Aliran hubungan antar manusia : konflik bersama alami dan keberadaannya tidak dapat dihindari dan oleh karena itu mau tidak mau konflik pasti ada diorganisasi. Dalam aliran ini konflik dianggap sebagai suatu yang rasional sehingga konflik tidak dapat dieliminasi
  • Aliran antar aksi. Konflik sebaiknya didorong keberaddaannya dan sebisa mungkin konflik diciptakan karena dapat menciptakan kinerja yang baik dan menciptakan berbagai inovasi. Aliran ini mendukung ketidaksamaan dan membuka kritik dan pertanyaan yang ditujukan kepada pihak lain sehingga akan memberikan bantuan atau masukan kinerja yang baik
About these ads


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: