Nureazizah13'smith











Pelanggaran etika bisnis terhadap pelayanan

Ketersediaan energi listrik sangat vital bagi kehidupan masyarakat Indonesia. Terobosan demi terobosan harus dicari demi berakhirnya giliran pemadaman listrik oleh PLN yang merugikan dunia usaha dan masyarakat.
Beberapa tahun terakhir ini, hampir setiap hari kabar pemadaman bergilir merebak disejumlah daerah. Dari sudut ekonomi, listrik di Indonesia merupakan hambatan untuk meningkatkan daya saing. Hal ini dapat menurunkan minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. PLN melakukan upaya mengenai krisis listrik diantaranya menghimbau masyarakat melakukan penghematan pemakaian listrik. Upaya lain yang dilakukan PLN adalah menambah pasokan listrik melalui proyek pembangkit listrik 10.000 megawatt (MW) dengan dominasi pembangkit listrik berbahan batubara (PLTU).
Sejak tahun 2006, sekitar 34 proyek PLTU yang tersebar di Pulau Jawa dan luar Jawa dicanangkan. Pengerjaan proyek ini tidak berjalan mulus, karena komitmen pendanaan dari lembaga keuangan beberapa negara dari lembaga keuangan beberapa negara seperti Tiongkok mengalami renegosiasi akibat krisis ekonomi.
Dalam hal kasus ini PLN dapat dikatakan melanggar pelayanan prima bagi masyarakat maupun dunia bisnis.

Krisis listrik di Indonesia nampaknya akan semakin berkepanjangan, sejalan dengan “angkat tangannya” Perushaan Listrik Negara (PLN) dalam menopang kebutuhan listrik di seluruh nusantara. Krisis listrik ini sebenarnya telah dipredikasi banyak ahli energi di Indonesia sejak lima tahun yang lalu. Pemadaman bergilir dan pemadaman tetap yang sudah diberlakukan di kota-kota besar di Sumatra (Kompas 12 Juli 2004) nampaknya akan segera merembet ke daerah lain di masa yang akan datang.Pada era otonomi dewasa ini, kebutuhan energi dapat meningkat secara eksponensial, baik ditinjau dari kapasitasnya, kualitasnya maupun ditinjau dari tuntutan distribusinya. Tahun 2004/2005 kebutuhan energi di Jawa dan Bali sebesar 90.000 MWh sedangkan di luar Jawa-Bali sebsar 25.000 MWh. Tahun 2010 nanti diperkirakan kebutuhan energi meningkat drastis menjadi 140.000 MWh untuk Jawa-Bali dan 35.000 MWh untuk luar Jawa-Bali. Jika masing-masing Kabupaten dan Provinsi di seluruh Indonesia melakukan fungsi otonominya secara intensif dengan menyelenggarakan pembangunan dimasing-masing daerah, maka prakiraan kebutuhan tersebut jelas akan jauh terlampaui. Pembangunan daerah pasti akan mengalami hambatan serius, jika pasokan energi macet atau terganggu seperti yang sekarang ini terjadi. Pemeritah dan masyarakat perlu waspada, jika tren perkembangan penyediaan energi dan kemampuan pendistribusian energi masih seperti sekarang ini, maka dapat dipastikan akan terjadi stagnasi pembangunan disebagian besar daerah di Indonesia, karena sudah bukan rahasia lagi terdapat signifikansi yang tinggi antara ketersediaan energi dan laju pembangunan daerah.Melihat kondisi di atas maka perlu dicari strategi baru yang dapat memenuhi kebutuhan energi dengan meningkatkan produksi energi sekaligus menciptakan kemudahan distribusi energi ke seluruh pelosok tanah air. Pola pengembangan penyediaan energi untuk pembangunan tidak dapat lagi secara terpusat melalui PLN saja misalnya, namun perlu didorong secepatnya desentralisasi dan otonomi dalam bidang penyediaan dan pengelolaan energi. Setiap provinsi dan kabupaten harus sudah mempunyai masterplan penyediaan energi untuk daerah masing-masing yang disusun berdasarkan rencana pembangunan daerah yang bersangkutan. Masterplan penyediaan energi daerah tidak lagi hanya menggantungkan diri kepada PLN saja, namun perlu segera dibentuk Badan atau Perusahaan Listrik Daerah (PLD). Tugas PLD adalah secara serius mengusahakan terpenuhinya kebutuhan listrik daerah yang bersangkutan.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi daerah diperlukan upaya sebesar-besarnya penciptaan sumber energi yang dapat dikembangkan di daerah yang bersangkutan, misal energi terbarukan ramah lingkungan antara lain tenaga panas bumi, tenaga surya, tenaga angin, tenaga gelombang laut, bio massa dan pembangkit tenaga air. Disamping itu juga sumber enegi tak terbarukan dari fosil, misalnya tenaga batu bara, minyak dll. Untuk pengembangan energi tak terbarukan atau tidak ramah lingkungan ini, perlu kajian-kajian mendalam tentang dampak lingkungan akan muncul secara serius.

Untuk pelayana prima yang PLN berikan untuk masyarak tentunya dalam tahap PR yang masih mereka kejar karena sumberdaya listrik tersebut memiliki batas yang harus dibagi rata sehingga harus menggilir, ya,,, beginilah Negara kita



Pelanggara Etika Bisnis Terhadap Hukum

Sebuah perusahaan x, Karena kondisi perusahaan yang pailit, akhirnya memutuskan untuk melakukan PHK kepada karyawannya. Namun dalam melakukan PHK perusahaan tersebut sama sekali tidak memberikan pesangon sebagai mana yang diatur dalam UU NO. 13 / 2003 tentang ketenaga kerjaan.

Dalam kasus ini perusahaan x dapat dikatakan melanggar prinsip kepatuhan hokum

Pendapat:

Menurut Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, pekerja/buruh yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja pada dasarnya memiliki hak-hak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima dalam hal memenuhi syarat-syarat yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tersebut. Namun demikian walaupun secara normatif hak-hak pekerja/buruh tersebut telah dijamin oleh Undang-Undang tetapi berhubung belum adanya kewajiban pengusaha mencadangkan dana secara dini untuk memenuhi kewajibannya membayar kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja apabila terjadi Pemutusan Hubungan Kerja terhadap pekerja/buruhnya, maka dalam banyak kasus Pemutusan Hubungan Kerjape pekerja/buruh tidak mendapatkan haknya atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima. Kondisi semacam ini sangat tidak memberikan kepastian atas hak-hak para pekerja/buruh yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja. Oleh karena itu diperlukan Program Jaminan Kompensasi Pemutusan Hubungan Kerja untuk menjamin tersedianya dana guna membayar hak-hak pekerja/buruh pada saat terjadi Pemutusan Hubungan Kerja.

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah ini, diharapkan pengusaha lebih siap pada saat terjadi Pemutusan Hubungan Kerja karena telah tersedia dana yang menjamin hak-hak pekerja/buruh untuk memperoleh uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Jika perusahaan x tidak memberikan pesangon dalam mem-PHK karyawannya, sangat jelas sekali melanggar Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.



Tugas Etika Bisnis

Pelanggaran Prinsip Akuntabilitas

 

Sebuah rumah sakit swsta melalui pengurus mengumumkan kepada karyawan yang akan mendaftar PNS, otomatis akan dinyatakan mengundurkan diri.

A sebagai salah satu karyawan dirumah sakit tersebut mengabaikan pengumuman dari pihak pengurus, karena menurut pendapatnya, Ia diangkat oleh pengelola dalam hal ini direktur rumah sakit, sehingga hak dan kewajibannya berhubungan dengan pengelola, bukan pengurus.

Pihak pengelola sendiri tidak memberikan surat edaran resmi, mengenai kebijakan tersebut, dari kasus tersebut ini dapat dikatakan melanggar prinsip akuntabilitas.

 

Pendapat:

Dalam kasus ini, rumah sakit melanggar prinsip akuntabilitas.

Akuntan bilitas sendiri berarti sebuah konsep etika yang dekat dengan administrasi publik pemerintahan yang mempunyai beberapa arti antara lain, hal ini sering digunakan secara sinonim dengan konsep-konsep seperti yang dapat dipertanggungjawabkan (responsibility), yang dapat dipertanyakan (answerability), yang dapat dipersalahkan (blameworthiness) dan yang mempunyai ketidakbebasan (liability) termasuk istilah lain yang mempunyai keterkaitan dengan harapan dapat menerangkannya salah satu aspek dari administrasi publik atau pemerintahan, hal ini sebenarnya telah menjadi pusat-pusat diskusi yang terkait dengan tingkat problembilitas di sektor publik, perusahaan nirlaba, yayasan dan perusahaan-perusahaan.

Dalam peran kepemimpinan, akuntabilitas dapat merupakan pengetahuan dan adanya pertanggungjawaban tehadap tiap tindakan, produk, keputusan dan kebijakan termasuk pula didalamnya administrasi, dan pelaksanaan dalam lingkup peran atau posisi kerja yang mencakup didalam mempunyai suatu kewajiban untuk melaporkan, menjelaskan dan dapat dipertanyakan bagi tiap-tiap konsekuensi yang sudah dihasilkan.

Dalam hal ini rumah sakit telah melanggar prinbsip akuntanbilitas mengenai pengambilan keputusan berupa pengumuman yang dikeluarkan. Sedangkan untuk pembuatan pengumuman dibutuhkan persetujuan dari pihak pengelola dalam hal ini direktur rumah sakit, sebagai pemilik, pengurus tidak boleh melangkahi kewenangan  pengelola dengan seenaknya menurunkan pengumuman tersebut.

Dalam hal ini harus dibicarakan mengenai system manajemen rumah sakit tersebut mengenai kewenangan-kewengangan atas purusan yang akan dibuat. Karena pertanggungjawaban atas semua otomatis di tanggung pihak pengurus dan pengelola, maka ada baiknya keputusan harus jelas dan tidak atas putusan sebelah pihak.



{Januari 6, 2011}  

Kasus Etika Bisnis Terhadap Lingkungan

Ini Bukan Easy Going Green

Duncan Berry, lingkungan bersemangat dan CEO dari Pakaian Sumber Inc, menggambarkan dilema etis yang dihadapinya ketika ia mengetahui bahwa industrinya menyebabkan sejumlah besar pencemaran.

Black & White

Tidak ada yang bisa menyalahkan Anda karena ingin membuat keuntungan. Tetapi ada kalanya bottom line bukan hanya tentang uang?

Selama enam tahun pengusaha Duncan Berry bekerja di off nya-jam untuk menyelamatkan sebuah muara 13,5 acre di Pulau Vashon, sekarang disebut Fern Cove Sanctuary, di lepas pantai Seattle. Dia membantu mengumpulkan dana sebesar $ 750.000 untuk menyisihkan areal hutan alam dan pasang surut dengan membeli dari pemiliknya generasi keempat. “Ini sebuah permata kecil,” kata Berry, yang menganggap dirinya sebuah lingkungan bersemangat. “Dan aku benar-benar merasa kuat sehingga seharusnya menjadi milik masyarakat Puget Sound dan tidak harus pergi ke salah satu pemilik Microsoft kaya.”

Tapi 15 bulan lalu Berry mundur dari dewan Fern Cove karena penemuan yang ia membuat tentang industri nya.

Berry perusahaan swasta, para Pakaian Source Inc, membuat kemeja katun-merajut, menjual $ 50.000.000 senilai setahun. Banyak kecewa, ia baru saja belajar bahwa industri kapas melepaskan “mengejutkan sejumlah bahan kimia beracun” ke dalam lingkungan.

Dalam hal ini seharusnya memang banyak yang harus dipelajari, salah satunya pengetahuan mengenai lingkungan. Karena untuk mendirikan sebuah bisnis tanggung jawab social terhadap lingkungan sangat penting bagi berlangsungnya sebuah bisnis terhadap lingkungan sekitarnya.



Kasus pelanggaran etika bisnis

Pemecatan Karyawan Indosiar Secara Sepihak

Puluhan karyawan PT Indosiar Visual Mandiri, Kamis 11 maret 2010 kembali berdemonstrasi dengan cara memblokade pintu masuk kantor Indosiar di Jalan Damai nomor 11, Daan Mogot Raya, Jakarta Barat. Bukan cuma itu, demonstran juga membentangkan sejumlah poster dan spanduk yang mewakili perasaan mereka.

Dalam unjuk rasa tersebut, demonstran memprotes manajemen Indosiar yang memecat mereka secara sepihak. Para karyawan yang memblokade Jalan Damai pun mengakibatkan Jalan Daan Mogot Raya macet total. Menurut Ketua Serikat Karyawan Dicky Irawan, pihak manajemen tidak adil dan pilih kasih dalam hal pemecatan.

Karena itu, karyawan yang telantar berdemo menuntut keadilan. Selain itu, demonstran juga menuntut pembayaran upah yang belum dibayarkan perusahaan. Hingga tulisan ini disusun, manajemen Indosiar belum memberikan keterangan terkait kasus ini.

Pendapat :

Dalam hal ini Indosiar telah melanggar  UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan.  Disebutkan bahwa :

Pasal 1
Dalam undang-undang ini yang dimaksud dengan:
Pemutusan hubungan kerja adalah pengakhiran hubungan kerja karena suatu hal tertentu yang mengakibatkan berakhirnya hak dan kewajiban antara pekerja/buruh dan pengusaha.

Jadi hal tersebut merupakan kesepakatan dua belah pihak yang sejak awal telah disepakati dalam kontrak kerja / PKWT, yang diatu dalam bab IX Pasal 50 mengenai hubungan kerja. Yaitu,
hubungan kerja terjadi karena adanya perjanjian kerja antara pengusaha dan pekerja/buruh. Yang hanya dapat berakhir apabila waktu yang ditentukan berakhur masanya, atau pekerja telah meninggal dunia.

Selain itu dalam pemutusan hubungan kerja adas baiknya jika suatu perusahaan memberikan kebijakan berupa pesangon dan telah membayar seluruh kewajibannya dalam hal membayar upah karyawannya, yang merupakan hak mutlak yang harus mereka terima ( Pengupahan
Pasal 88)Yaitu setiap pekerja/ berhak memperoleh penghasilan yang memenuhi penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.

Sedangkan dalam pemutusan hubungan kerja yang diatur dalam Pasal 150 tentang PHK Yaitu ;
Ketentuan mengenai pemutusan hubungan kerja dalam undang-undang ini meliputi pemutusan hubungan kerja yang terjadi di badan usaha yang berbadan hukum atau tidak, milik orang perseorangan, milik persekutuan atau milik badan hukum, baik milik swasta maupun milik negara, maupun usaha-usaha sosial dan usaha-usaha lain yang mempunyai pengurus dan mempekerjakan orang lain dengan membayar upah atau imbalan dalam bentuk lain.

Dan pemberian pesangon telah di tetapkan pemerintah dalam Pasal 156 yaitu;
(1) Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha diwajibkan membayar uang pesangon dan atau uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak yang seharusnya diterima.
(2) Perhitungan uang pesangon sebagaimana dimaksud pada ayat (1)

Dalam hal ini Indosiar telah melanggar etika hukum dalam ketenagakerjaan.

Sumber : http://berita.liputan6.com/ibukota/201003/267461/Karyawan.Indosiar.Tolak.Pemecatan.Sepihak

http://www.tempointeraktif.com/hg/peraturan/2004/06/09/prn,20040609-04,id.html

Penyusun : nur azizah

Tugas         : etika bisnis

Kelas         : 3 ea 14

NPM          : 18209018



Pengusaha bayar upah dibawah ketentuan UMR !


Perusahaan air minum di Cidahu Sukabumi , PT.Pranida Mulia Utama membayar upah karyawan dibawah Upah Minimun Regional ( UMR ) !
Karyawan seakan tidak berdaya menuntut haknya.
SPSI yang ada diwilayah juga tidak memperjuangkan nasib mereka.
Pengusaha yang berkuasa ataukah Peraturan Bupati !
Dalam hal ini perusahaan melanggar etika bisnis dalam etika sumber daya manusia mengenai hak yang harus dibayar sesuai dengan nilai yang sebanding,


{Desember 30, 2010}   Etika manajemen sumber daya manusia

Etika manajemen sumber daya manusia

‘Manajemen SDM’ menempati ruang kegiatan seleksi rekrutmen, orientasi, penilaian kinerja, pelatihan dan pengembangan, hubungan industrial dan kesehatan dan isu keamanan di mana etika benar-benar penting. Bidang sejak beroperasi dikelilingi oleh kepentingan pasar yang commodify dan instrumentalize segalanya demi keuntungan diklaim atas nama pemegang saham, harus diprediksi bahwa akan ada klaim peserta etik SDM ditebak,. Etika manajemen sumber daya manusia sebuah dataran diperebutkan seperti lainnya sub-bidang etika bisnis. Ahli etika bisnis berbeda dalam orientasi mereka terhadap etika kerja. Satu kelompok ahli etika dipengaruhi oleh logika neoliberalisme mengusulkan bahwa tidak ada etika di luar pemanfaatan sumber daya manusia terhadap laba keuntungan yang lebih tinggi bagi para pemegang saham. Orientasi neoliberal adalah ditantang oleh argumen bahwa kesejahteraan tenaga kerja tidak kedua tujuan pemegang saham mencari keuntungan Beberapa orang lain melihat etika manajemen sumber daya manusia sebagai wacana menuju tempat kerja yang egaliter dan martabat tenaga kerja..

Diskusi mengenai isu-isu etis yang mungkin timbul dalam hubungan kerja, termasuk etika diskriminasi, dan hak-hak karyawan dan tugas yang sering terlihat dalam teks-teks etika bisnis Sementara beberapa berpendapat bahwa ada hak-hak asasi tertentu seperti tempat kerja. hak untuk bekerja, hak atas privasi, hak yang harus dibayar sesuai dengan nilai yang sebanding, hak untuk tidak menjadi korban diskriminasi, yang lain mengklaim bahwa hak tersebut dapat dinegosiasikan. wacana etis di HRM sering mengurangi perilaku etika perusahaan seolah-olah mereka amal dari perusahaan daripada hak-hak karyawan Kecuali dalam pekerjaan, di mana kondisi pasar sangat menguntungkan karyawan,. karyawan diperlakukan sekali pakai dan dibuang dan dengan demikian mereka defencelessly terpojok untuk kerentanan ekstrim The expendability karyawan, bagaimanapun, adalah dibenarkan dalam teks ‘moralitas bisnis’ di tanah posisi etika menentang expendability yang harus dikorbankan untuk ‘kebaikan yang lebih besar dalam sistem pasar bebas’ Lebih lanjut, ia berpendapat karena karena ‘melakukan keduanya karyawan dan majikan pada kenyataannya memiliki kekuatan ekonomi dalam pasar bebas, akan tidak etis jika. pemerintah atau’ kerja istilah memaksakan hubungan kerja ‘serikat buruh

Ada diskusi tentang etika dalam praktik manajemen kerja individu, isu-isu seperti kebijakan dan praktik manajemen sumber daya manusia, peran sumber daya manusia (SDM) praktisi, penurunan dari serikat buruh, masalah globalisasi tenaga kerja dll , dalam literatur HRM baru-baru ini, meskipun. mereka tidak menempati tahap sentral dalam akademisi HR Hal ini mengamati bahwa dengan penurunan serikat buruh seluruh dunia, yang berpotensi lebih rentan terhadap perilaku oportunistik dan tidak etis Hal ini dikritik bahwa HRM telah menjadi lengan strategis pemegang saham mencari keuntungan melalui pembuatan pekerja menjadi ‘budak bersedia’.

Sebuah artikel poin juga dikutip bahwa ada ‘lembut’ dan ‘keras’ versi HRMS, dimana dalam pendekatan-lunak menganggap karyawan sebagai sumber energi kreatif dan peserta kerja pengambilan keputusan dan versi keras lebih eksplisit fokus pada rasionalitas organisasi, kontrol, dan profitabilitas. Sebagai tanggapan, ia berpendapat bahwa stereotip HRM keras dan lunak keduanya bertentangan dengan etika karena mereka alat untuk menghadiri terhadap motif keuntungan tanpa memberikan pertimbangan yang cukup untuk masalah moral yang relevan lainnya seperti keadilan sosial dan kesejahteraan manusia. Namun, ada penelitian menunjukkan, keberhasilan yang berkelanjutan jangka panjang organisasi dapat dipastikan hanya dengan tenaga kerja puas diperlakukan secara manusiawi
Pasar, jelas, bukan institusi inheren etis yang dapat dipimpin oleh ‘invisible hand’ yang mitos saja, tidak, dapat menyinggung pasar yang secara inheren tidak etis Selain itu, etika bukanlah sesuatu yang bisa dicapai melalui pendirian. prosedur, gambar kode etik, atau pemberlakuan hukum atau cara heteronomous lain, meskipun kebutuhan mereka bisa tetap dipertanyakan. Namun, meskipun pasar tidak perlu menjadi penyebab bahaya moral atau etika mungkin melayani suatu kesempatan untuk seperti bahaya. Bahaya moral HRM akan terus meningkat begitu banyak seperti hubungan manusia dan sumber daya yang tertanam di dalam manusia diperlakukan hanya sebagai komoditas.

isu Diskriminasi * termasuk diskriminasi atas dasar usia (ageism), jenis kelamin, ras, agama, cacat, berat dan daya tarik. Lihat juga: affirmative action, pelecehan seksual.
* Isu-isu yang timbul dari pandangan tradisional tentang hubungan antara pengusaha dan karyawan, juga dikenal sebagai At-akan pekerjaan.
* Isu-isu seputar representasi karyawan dan demokratisasi tempat kerja: serikat menyerbu, melanggar pemogokan.
* Isu mempengaruhi privasi karyawan: pengawasan tempat kerja, pengujian obat. Lihat juga: privasi.
* Isu mempengaruhi privasi majikan: whistle-blowing.
* Masalah yang berkaitan dengan kewajaran kontrak kerja dan keseimbangan kekuasaan antara majikan dan karyawan: hukum ketenagakerjaan perbudakan/kuli kontrak,.
* Keselamatan dan kesehatan.

Semua hal di atas juga berkaitan dengan pengangkatan dan pemecatan karyawan. Di banyak negara maju, seorang karyawan karyawan atau masa mendatang biasanya tidak bisa dipekerjakan atau dipecat berdasarkan ras, usia, jenis kelamin, agama, atau tindakan diskriminatif lainnya.



{Desember 30, 2010}   Pelanggaran etika kah???

Bumbu MC Donald Penyebab kanker

Suka bersantap ria di McDonald’s? Kalau ya, harap cermati informasi berikut ini. Beberapa bumbu makanannya ditemukan Agen Standardisasi Pangan (FSA) Inggris sebagai salah satu penyebab kanker.

Apakah McDonald’s di Indonesia juga demikian? Belum jelas juga, meskipun seperti yang kita ketahui, sebagai restoran waralaba, McDonald’s dikenal memiliki standar resep yang sama pada semua restorannya di seluruh dunia.

Daftar yang dikeluarkan FSA mengenai bumbu makanan McDonald’s yang ditemukan mengandung bahan berbahaya itu antara lain saus Western BBQ, saus Dijon Mustard Mayo, saus Caesar Dressing Regular Fat, dan saus Caesar Dressings Lo Fat.

Para pengawas makanan Inggris FSA menemukan pewarna Sudanred di sejumlah saus, dressing alias bumbu-bumbu isian atau kuah, dan mostar dari sejumlah restoran waralaba, termasuk McDonald’s. Demikian dilaporkan scotsman.com, Rabu (23/2/2005).

Menanggapi dikeluarkannya laporan FSA tersebut, McDonald’s Norwegia yang memiliki 65 cabang itu langsung menarik bumbu makanan tersebut. McDonald’s menjamin tidak ada satupun restorannya yang menjual bumbu-bumbu itu lagi.

“Kami sudah mengganti semua produk yang mengandung pewarna tersebut,” kata Margaret Brusletto selaku manajer komunikasi McDonald’s Norwegia di Dagbladet seperti diberitakan televisi milik pemerintah Norway, NRK1.

DAFTAR FSA

Lebih dari 400 makanan ditemukan FSA mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan kanker. Bahan yang dimaksud adalah bahan celup Red Sudan 1 atau disebut Sudanred yang mengandung karsinogenik.

Red Sudan 1 biasanya digunakan untuk mewarnai bahan pelarut, oli, lilin, minyak tanah, sepatu, dan pengkilap lantai. Jadi bisa dibayangkan betapa horornya ketika bahan ini masuk ke dalam pencernaan manusia.

Kepala Eksekutif FSA Dr Jon Bell memperingatkan kalau daftar makanan yang mengandung bahan berbahaya itu bisa saja bertambah dalam beberapa hari mendatang. FSA pertama kali mengeluarkan daftar sebanyak 359 produk makanan. Hanya dal! am waktu sekitar seminggu, daftar itu bertambah 60 produk lagi.

“Ada kemungkinan kuat kita akan kembali memberikan pengumuman lanjutan. Informasi terus bertambah. Lebih dari 300 pengusaha pabrik dan pengecer terlibat dalam masalah ini. Jadi sudah pasti penyebaran produk ini sangat meluas,” tukasnya.

Namun pengumuman daftar produk makanan yang mengandung bahan berbahaya dari FSA itu juga menuai kritik. Sebab tidak disertai dengan kesigapan untuk menarik semua produk itu dari penjualan. Sehingga dikhawatirkan banyak konsumen yang belum mengetahui hal tersebut masih terus membeli produk berbahaya itu.

Selain McDonald’s, yang termasuk dalam daftar FSA seperti dilansir situs mirror.co.uk adalah beberapa produk makanan dari Aldi, Asda, Birds Eye, Booker, Brakes, Bramwell, Canterbury Foods, Colman’s, Crosse & Blackwell, CWS, GW Padley Ltd, Happy Sho! pper, Heinz, Iceland, Kwik Save, Makro, Marks and Spencer, McCormick, Morrisons, Netto, Northern Foods, Oak Farm Foods, Padley, Pot Noodle, Premier Foods, Pret a Manger, Princes, Sandwich Factory, Sainsbury’s, Somerfield, Spar, Schweppes/Coca Cola Enterprises, Tesco, Thresher, Tryton Foods, Unilever, Waitrose, Walkers Snack Foods, dan Weight Watcher.Daftar FSA

Lebih dari 400 makanan ditemukan FSA mengandung bahan berbahaya yang menyebabkan kanker. Bahan yang dimaksud adalah bahan celup Red Sudan 1 atau disebut Sudanred yang mengandung karsinogenik.

Red Sudan 1 biasanya digunakan untuk mewarnai bahan pelarut, oli, lilin, minyak tanah, sepatu, dan pengkilap lantai. Jadi bisa dibayangkan betapa horornya ketika bahan ini masuk ke dalam pencernaan manusia.

Kepala Eksekutif FSA Dr Jon Bell memperingatkan kalau daftar makanan yang mengandung bahan berbahaya itu bisa saja bertambah dalam beberapa hari mendatang. FSA pertama kali mengeluarkan daftar sebanyak 359 produk makanan. Hanya dal! am waktu sekitar seminggu, daftar itu bertambah 60 produk lagi.

“Ada kemungkinan kuat kita akan kembali memberikan pengumuman lanjutan. Informasi terus bertambah. Lebih dari 300 pengusaha pabrik dan pengecer terlibat dalam masalah ini. Jadi sudah pasti penyebaran produk ini sangat meluas,” tukasnya.

Namun pengumuman daftar produk makanan yang mengandung bahan berbahaya dari FSA itu juga menuai kritik. Sebab tidak disertai dengan kesigapan untuk menarik semua produk itu dari penjualan. Sehingga dikhawatirkan banyak konsumen yang belum mengetahui hal tersebut masih terus membeli produk berbahaya itu.

Dalam hal ini tentunya Mc donals dan makan berbahaya lainnya melanggar etika dengan melalaikan tanggung jawab socialnya terhadap konsumen, yaitu membahayakan konsumen karena  meraih keuntungan dari konsumen tanpa memberi kandungan berbahaya pada makanan. Dan hal itu todak disadari konsumen akan bahaya apabila mengkonsumsinya terus menerus.

Seharusnya Mc Donals, dan produsen makanan lainnya mengganti kandungan berbahaya pada produknya agar tidak merugikan kesehatan konsuman.

Pelanggaran lainnya ialah atas izin usaha yang diberikan pemerintah, seperti yang kita ketahui banyak sekali makanan yang disinyalir berbahaya tersebut menjamu dimasyarakat kita dan masyarakat sudah terbiasa mengkonsumsinya bahkan sebagai makanan yang dikonsumsi sehari-hari.



{Desember 30, 2010}   Apaka etika bisnis itu?

Etika bisnis (juga dikenal sebagai etika perusahaan) adalah bentuk etika terapan atau etika profesional yang meneliti prinsip-prinsip etika dan masalah moral atau etika yang muncul dalam lingkungan bisnis. Hal ini berlaku untuk semua aspek perilaku bisnis dan relevan dengan perilaku individu dan organisasi bisnis secara keseluruhan. Etika Terapan adalah bidang etika yang berurusan dengan pertanyaan-pertanyaan etis dalam berbagai bidang seperti etika medis, teknis, hukum dan bisnis.

Etika bisnis dapat baik normatif dan disiplin deskriptif. Sebagai praktek perusahaan dan spesialisasi karir, bidang ini terutama normatif. Dalam akademis pendekatan deskriptif juga diambil. Jangkauan dan kuantitas masalah bisnis etika mencerminkan sejauh mana bisnis dianggap bertentangan dengan nilai-nilai sosial non-ekonomi. Secara historis, ketertarikan pada etika bisnis akselerasi secara dramatis selama tahun 1980 dan 1990, baik di dalam perusahaan besar dan dalam akademisi. Sebagai contoh, saat ini website perusahaan yang paling besar memberikan tekanan pada komitmen untuk mempromosikan nilai-nilai sosial non-ekonomi di bawah berbagai judul seperti kode etik dan charter tanggung jawab sosial. Dalam beberapa kasus, perusahaan telah mendefinisikan kembali nilai-nilai inti mereka dalam terang pertimbangan etika bisnis.

Mengapa etika bisnis di butuhkan?

Pembahasan etika dalam bisnis diperlukan karena bisnis bisa menjadi tidak etis, dan ada banyak bukti hari ini pada praktik perusahaan yang tidak etis. Bahkan Adam Smith berpendapat bahwa “Orang-orang dari perdagangan yang sama jarang bertemu bersama, bahkan untuk kegembiraan dan penyelewengan, tetapi percakapan berakhir dalam konspirasi melawan publik, atau dalam beberapa penemuan untuk menaikkan harga. Perusahaan dan perusahaan beroperasi di sosial dan lingkungan alam. Dengan kebajikan yang ada dalam lingkungan seperti itu, usaha berkewajiban untuk bertanggung jawab dengan lingkungan alam dan sosial di mana ia bertahan. Terlepas dari tuntutan dan tekanan di atasnya, bisnis berdasarkan keberadaannya pasti akan etika, Apakah ini fakta atau opini? untuk setidaknya dua alasan: satu, karena apapun bisnis tidak mempengaruhi stakeholders dan dua, karena setiap titik tindakan telah lintasan etika serta jalur tidak etis, dimana keberadaan bisnis ini dibenarkan oleh alternatif etis itu bertanggung jawab memilih harap rephraseSalah satu syarat yang membawa etika bisnis ke permukaan adalah kematian skala kecil, dan kepercayaan yang tinggi. face-to-wajah perusahaan, dan munculnya struktur perusahaan multinasional besar yang mampu secara drastis mempengaruhi kehidupan sehari-hari massa.

Sejarah etika bisnis

Etika bisnis, menjadi bagian dari etika sosial yang lebih luas, selalu dipengaruhi oleh etika zaman itu. Pada zaman yang berbeda di dunia, orang-orang, terutama elit dunia, buta dengan etika dan moralitas yang jelas tidak etis untuk zaman berikutnya. Sejarah bisnis, dengan demikian, sudah dikotori oleh dan melalui sejarah perbudakan, sejarah kolonialisme, dan kemudian oleh sejarah perang dingin. Wacana saat ini etika bisnis adalah wacana etis dari kolonialisme-pos dan pasca-perang dunia  Kebutuhan akan etika bisnis di zaman sekarang ini dimulai. mendapat perhatian sejak tahun 1970-an. Secara historis, perusahaan mulai menyoroti perawakan etika mereka sejak akhir 1980-an dan awal 1990-an, sebagai dunia menyaksikan bencana ekonomi dan alam serius karena praktek bisnis yang tidak etis. Bencana Bhopal dan jatuhnya Enron merupakan contoh dari bencana besar dipicu oleh etika perusahaan buruk. Perlu dicatat bahwa ide etika bisnis menarik perhatian akademisi, media dan perusahaan bisnis pada akhir terbuka ini Perang Dingin. perang Dingin, terlihat melalui halaman sejarah, yang berjuang melalui dan berjuang untuk perusahaan bisnis Amerika di luar negeri Secara ideologis,. promosi perusahaan dimiliki oleh warga negara Amerika disajikan seolah-olah mereka mewakili kebebasan, dan perlawanan lokal terhadap kelebihan perusahaan Amerika dicap sebagai komunis upraising disponsori oleh Blok Soviet. Lebih jauh lagi, bahkan kritik sah terhadap praktik yang tidak etis perusahaan disajikan seolah-olah itu pelanggaran ke dalam “kebebasan” dari pengusaha yang didukung oleh para aktivis oleh totalitarians komunis Hal ini bergegas wacana etika bisnis baik di media dan akademisi. terbuka kekerasan oleh perusahaan bisnis mengalami penurunan untuk sebagian besar di dunia makmur demokratis dan media hari, meskipun belum berakhir. Perang di Irak adalah salah satu contoh terbaru kekerasan terbuka oleh perusahaan-perusahaan



{Mei 9, 2010}   Kriteria Pemimpin Indonesia

PENDAHULUAN

“Berbagai masalah yang melanda negeri ini masih terdapat kelemahan menurut kesigapan dan keseriusan pemerintah dalam mengatasinya. Menurut anda, apa criteria pemimpin yang baik & mampu mengatasi krisis kepanjangan ini?”

Peran pemimpin akan sangat menentukan. Peran pemimpin menjadi sangat penting hampir dalam setiap sendi kehidupan. maka memilih pemimpin yang tepat merupakan sebuah keharusan dan sangat perlu diprioritaskan.

Lalu bagaimana sosok pemimpin yang ideal jika direfleksikan dengan keadaan Indonesia saat ini?

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak menginginkan jabatan itu, presiden yang baik adalah presiden yang tidak mempromosikan dirinya lebih dari orang lain dan memproklamirkan dirinya sebagai manusia yang paling pantas memimpin negeri ini. Di televisi dan diberbagai media masa kita menyaksikan dan membaca dengan perasaan masygul. Terharu melihat rakyat berbinar-binar menatap calon presiden datang ke sekolah butut. Tersenyum pahit menyaksikan calon presiden yang mendadak menyalami tangan bau daki rakyat di tengah kerumunan. Tanpa jijik dan ragu para capres tersebut berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat yang saya yakin pasti tidak akan mereka injak lagi bila mereka telah terpilih menjadi presiden.

Mencari dan memimpin sosok presiden dan wakil presiden yang bakal memimpin bangsa ini bukanlah hal yang mudah. Presiden memang bukan sembarang orang. Di tangan presidenlah jatuh bangunnya negara dan bangsa ditentukan. Untuk memilih pemimpin negeri yang carut marut dan sedang sakit ini diperlukan mata hati nurani dan meminta bimbingan Illahi.

ISI PEMBAHASAN

Kriteria Pemimpin Indonesia

Setelah beberapa kali ganti gonta presiden di Indonesia. Dapat kita lihat bahwa tidak ada perubahan yang signifikan yang dapat dinikmati rakyat Indonesia, khususnya rakyat lapisan bawah.

Terkadang lucu mendengar seseorang berkata bahwa untuk memperoleh kondisi seperti sekarang ini, Indonesia sebenarnya tidak butuh pemimpin. Sedikit sekali dan hampir tidak ada kontribusi terhadap rakyat. Lihat saja masalah fakir miskin, pendidikan dan kesehatan, kemajuan signifikan apa yang telah dicapai? Yang ada rakyat yang semakin bodoh (tidak bisa mengenyam pendidikan layak) yang selalu bisa dibodoh-bodohi “pemimpin”-nya. Mari kita berpikir jernih, apa alasan bila ada sekelompok orang membuat bendera untuk dikibarkan?

Jadi pemimpin Indonesia yang akan datang seharusnya yang seperti apa? Yang memiliki titel? IQ tinggi? Berwawasan luas? Pengalaman? Hati nurani?

Faktor-faktor ini penting, namun yang terpenting itu memiliki komitmen kuat terhadap dirinya dan rakyat yang dipimpinnya.

Dalam alam demokrasi, memilih pemimpin merupakan ritual penting.Pemimpin seperti apa yang Anda pilih ?

Pertanyaan memilih bukan hanya soal selera karena dia ganteng, banyak dukungan petinggi atau dan kampanyenya unlimited. Seperti halnya tindakan lainnya, seseorang bertindak tidak hanya dihitung niatnya juga caranya.

Di televisi, kita disuguhi aneka dagelan yang disuguhkan para badut politik tersebut. Kita disuguhi doktrinasi dan promosi dari para capres tersebut yang menukil berbagai peristiwa sejarah. Bahkan dengan aktif salah satu capres tersebut menjelek-jelekan orang lain yang seolah-olah pemerintahan semasa dia memimpinlah yang terbaik. Walau dia akui kurang berhasil, karena negeri yang dipimpinnya adalah negeri rongsokan sisa peninggalan Orba. Pantaskah kita memilih calon pemimpin seperti ini? Bukankah Rasululloh pernah bersabda orang yang menggunjing keburukan pihak lain tidak jauh berbeda dengan pemakan bangkai!

Pempimpin yang baik adalah pemimpin yang mempunyai Emotional Spiritual Quotient (ESQ) yang tinggi seperti yang dikatakan Ary Ginanjar Agustian (2001,114) Pemimpin sejati adalah seorang yang mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Dan yang terpenting adalah memimpin berlandaskan atas suara hati yang fitrah.

Presiden dan calon presiden yang kita pilih haruslah memenuhi kriteria seperti di atas. Menurut hati nurani kita adakah dari para capres dan cawapres yang sedang menjadi artis selama satu bulan ini yang layak? Bukalah mata hati dan tanyakan pada kalbu kita, adakah yang pantas memimpin negeri ini sesuai dengan kriteria di atas?

Kita jangan memilih manusia yang tidak ksatria, yang bersembunyi di belakang wajah tak berdosanya ketika kerusuhan melanda negeri ini. Jangan jatuhkan pilihan kita yang jelas-jelas tidak jantan untuk mengakui kegagalan pemerintahannya dengan alasan dia hanya mewarisi negeri rongsokan. Jangan berikan suara kita kepada manusia yang jelas-jelas telah memusuhi rakyatnya sendiri sehingga menuduh seorang tua yang notabene rakyatnya sebagai tokoh teroris. Jangan tusukan paku di jari kita atas muka orang yang tidak jelas komitmen dan integritas untuk rakyatnya. Jelasnya tidak ada satu pasanganpun yang pantas memimpin negeri ini. Jadi, haruskah kita menjadi golput alias tidak mencoblos satu pasangan pun?

Inilah karakter bagi seorang pemimpin, pada level apapun, apalagi pada level kepala Negara:

1. IKHLAS

Ikhlas berkontribusi. ikhlas mengabdi. Ia tidak lahir dan terangkat dari ketakutan rakyat akan posisi, jabatan, dan kekuasaannya. Pemimpin seperti ini diangkat dan terangkat karena kapasitasnya. karena kontribusinya. serta pengabdiannya.

2. CINTA

Maksud cinta di sini adalah, seorang pemimpin yang baik haruslah memiliki rasa CINTA yang mendalam kepada yang dipimpinnya. sesuai hadits Rasulullah saw pula, ‘pemimpin yang paling baik adalah pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya. dan pemimpin yang paling buruk adalah pemimpin yang membenci dan dibenci rakyatnya’.

Kekuatan cinta ini yang akan membuatnya mampu berkorban. dengan kekuatan cinta yang tulus dan ikhlas ini pula ia akan mampu mengesampingkan segala ego dan gengsi pribadinya. Seperti kisah Umar ra yang dengan rendah hati dan tulus mengantarkan makanan pada malam hari kepada rakyatnya.

Kekuatan cinta pula yang mampu membuat seseorang dapat menembus dan memecahkan tembok-tembok keterbatasan dalam dirinya. menembus batas-batas kelemahannya. untuk terus mengabdi. untuk terus berkontribusi. Seperti kata Soekarno: “Aku bukan budak Moscow, bukan pula budak Amerika. Aku adalah budak, BAGI RAKYATKU SENDIRI!!!”.

3. VISIONER

Seorang pemimpin yang baik haruslah seorang yang visioner. punya mimpi. optimis akan masa depan dia dan yang dipimpinnya. Keadaan Indonesia saat ini tidak jauh berbeda. Krisis berkepanjangan ini benar-benar sudah membuat lelah rakyat. sikap pesimis yang tidak terelakkan. harapan yang sangat bias. maka bangsa ini membutuhkan -atau sangat membutuhkan- pemimpin yang visioner. hidup dengan harapan. dan menghidupkan rakyatnya dengan harapan itu.

4. TERAMPIL

Mutlak bagi seorang pemimpin untuk memiliki kemampuan memimpin. menguasai seni dalam memimpin, memotivasi, mengkoordinasi, dll. Khususnya untuk di Indonesia, pemimpin harus punya kemampuan PEMERSATU. kita bisa liat realita bahwa Indonesia saat ini lagi kurang SATU. banyaknya suku, daerah, ras, dsb malah menjadi pemecah persatuan. menimbulkan pertengkaran.

KESIMPULAN

yang bangsa ini butuhkan sekarang bukanlah pemimpin yang hebat. bukan. tapi sebuah TIM yang HEBAT. karena bangsa ini tidak akan pernah maju dengan darah 1 orang. karena bangsa ini tidak akan pernah maju dengan aliran air mata 1 orang. karena bangsa ini tidak akan pernah maju dengan letupan ide 1 orang. tapi sebuah TIM.

maka tidak heran bahwa Soekarno pernah bilang: “berikan saya 10 pemuda maka saya akan mampu mengguncang dunia”. Tapi pemuda seperti apa? (ini yang jarang ikut dikutip). ”…pemuda yang jiwanya dipenuhi dengan rasa cinta terhadap tanah airnya…”.

SUMBER

http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/11/165054/986644/471/kriteria-pemimpin-indonesia

http://www.oasetarbiyah.com/?p=56

http://re-searchengines.com/denysuwarja6-04.html

http://adjiewicaksana.wordpress.com/2008/11/29/pemimpin-indonesia/



et cetera