Nureazizah13'smith











{Mei 9, 2010}   Kriteria Pemimpin Indonesia

PENDAHULUAN

“Berbagai masalah yang melanda negeri ini masih terdapat kelemahan menurut kesigapan dan keseriusan pemerintah dalam mengatasinya. Menurut anda, apa criteria pemimpin yang baik & mampu mengatasi krisis kepanjangan ini?”

Peran pemimpin akan sangat menentukan. Peran pemimpin menjadi sangat penting hampir dalam setiap sendi kehidupan. maka memilih pemimpin yang tepat merupakan sebuah keharusan dan sangat perlu diprioritaskan.

Lalu bagaimana sosok pemimpin yang ideal jika direfleksikan dengan keadaan Indonesia saat ini?

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak menginginkan jabatan itu, presiden yang baik adalah presiden yang tidak mempromosikan dirinya lebih dari orang lain dan memproklamirkan dirinya sebagai manusia yang paling pantas memimpin negeri ini. Di televisi dan diberbagai media masa kita menyaksikan dan membaca dengan perasaan masygul. Terharu melihat rakyat berbinar-binar menatap calon presiden datang ke sekolah butut. Tersenyum pahit menyaksikan calon presiden yang mendadak menyalami tangan bau daki rakyat di tengah kerumunan. Tanpa jijik dan ragu para capres tersebut berbondong-bondong mendatangi tempat-tempat yang saya yakin pasti tidak akan mereka injak lagi bila mereka telah terpilih menjadi presiden.

Mencari dan memimpin sosok presiden dan wakil presiden yang bakal memimpin bangsa ini bukanlah hal yang mudah. Presiden memang bukan sembarang orang. Di tangan presidenlah jatuh bangunnya negara dan bangsa ditentukan. Untuk memilih pemimpin negeri yang carut marut dan sedang sakit ini diperlukan mata hati nurani dan meminta bimbingan Illahi.

ISI PEMBAHASAN

Kriteria Pemimpin Indonesia

Setelah beberapa kali ganti gonta presiden di Indonesia. Dapat kita lihat bahwa tidak ada perubahan yang signifikan yang dapat dinikmati rakyat Indonesia, khususnya rakyat lapisan bawah.

Terkadang lucu mendengar seseorang berkata bahwa untuk memperoleh kondisi seperti sekarang ini, Indonesia sebenarnya tidak butuh pemimpin. Sedikit sekali dan hampir tidak ada kontribusi terhadap rakyat. Lihat saja masalah fakir miskin, pendidikan dan kesehatan, kemajuan signifikan apa yang telah dicapai? Yang ada rakyat yang semakin bodoh (tidak bisa mengenyam pendidikan layak) yang selalu bisa dibodoh-bodohi “pemimpin”-nya. Mari kita berpikir jernih, apa alasan bila ada sekelompok orang membuat bendera untuk dikibarkan?

Jadi pemimpin Indonesia yang akan datang seharusnya yang seperti apa? Yang memiliki titel? IQ tinggi? Berwawasan luas? Pengalaman? Hati nurani?

Faktor-faktor ini penting, namun yang terpenting itu memiliki komitmen kuat terhadap dirinya dan rakyat yang dipimpinnya.

Dalam alam demokrasi, memilih pemimpin merupakan ritual penting.Pemimpin seperti apa yang Anda pilih ?

Pertanyaan memilih bukan hanya soal selera karena dia ganteng, banyak dukungan petinggi atau dan kampanyenya unlimited. Seperti halnya tindakan lainnya, seseorang bertindak tidak hanya dihitung niatnya juga caranya.

Di televisi, kita disuguhi aneka dagelan yang disuguhkan para badut politik tersebut. Kita disuguhi doktrinasi dan promosi dari para capres tersebut yang menukil berbagai peristiwa sejarah. Bahkan dengan aktif salah satu capres tersebut menjelek-jelekan orang lain yang seolah-olah pemerintahan semasa dia memimpinlah yang terbaik. Walau dia akui kurang berhasil, karena negeri yang dipimpinnya adalah negeri rongsokan sisa peninggalan Orba. Pantaskah kita memilih calon pemimpin seperti ini? Bukankah Rasululloh pernah bersabda orang yang menggunjing keburukan pihak lain tidak jauh berbeda dengan pemakan bangkai!

Pempimpin yang baik adalah pemimpin yang mempunyai Emotional Spiritual Quotient (ESQ) yang tinggi seperti yang dikatakan Ary Ginanjar Agustian (2001,114) Pemimpin sejati adalah seorang yang mencintai dan memberi perhatian kepada orang lain, sehingga ia dicintai. Memiliki integritas yang kuat, sehingga ia dipercaya oleh pengikutnya. Selalu membimbing dan mengajari pengikutnya. Memiliki kepribadian yang kuat dan konsisten. Dan yang terpenting adalah memimpin berlandaskan atas suara hati yang fitrah.

Presiden dan calon presiden yang kita pilih haruslah memenuhi kriteria seperti di atas. Menurut hati nurani kita adakah dari para capres dan cawapres yang sedang menjadi artis selama satu bulan ini yang layak? Bukalah mata hati dan tanyakan pada kalbu kita, adakah yang pantas memimpin negeri ini sesuai dengan kriteria di atas?

Kita jangan memilih manusia yang tidak ksatria, yang bersembunyi di belakang wajah tak berdosanya ketika kerusuhan melanda negeri ini. Jangan jatuhkan pilihan kita yang jelas-jelas tidak jantan untuk mengakui kegagalan pemerintahannya dengan alasan dia hanya mewarisi negeri rongsokan. Jangan berikan suara kita kepada manusia yang jelas-jelas telah memusuhi rakyatnya sendiri sehingga menuduh seorang tua yang notabene rakyatnya sebagai tokoh teroris. Jangan tusukan paku di jari kita atas muka orang yang tidak jelas komitmen dan integritas untuk rakyatnya. Jelasnya tidak ada satu pasanganpun yang pantas memimpin negeri ini. Jadi, haruskah kita menjadi golput alias tidak mencoblos satu pasangan pun?

Inilah karakter bagi seorang pemimpin, pada level apapun, apalagi pada level kepala Negara:

1. IKHLAS

Ikhlas berkontribusi. ikhlas mengabdi. Ia tidak lahir dan terangkat dari ketakutan rakyat akan posisi, jabatan, dan kekuasaannya. Pemimpin seperti ini diangkat dan terangkat karena kapasitasnya. karena kontribusinya. serta pengabdiannya.

2. CINTA

Maksud cinta di sini adalah, seorang pemimpin yang baik haruslah memiliki rasa CINTA yang mendalam kepada yang dipimpinnya. sesuai hadits Rasulullah saw pula, ‘pemimpin yang paling baik adalah pemimpin yang mencintai dan dicintai rakyatnya. dan pemimpin yang paling buruk adalah pemimpin yang membenci dan dibenci rakyatnya’.

Kekuatan cinta ini yang akan membuatnya mampu berkorban. dengan kekuatan cinta yang tulus dan ikhlas ini pula ia akan mampu mengesampingkan segala ego dan gengsi pribadinya. Seperti kisah Umar ra yang dengan rendah hati dan tulus mengantarkan makanan pada malam hari kepada rakyatnya.

Kekuatan cinta pula yang mampu membuat seseorang dapat menembus dan memecahkan tembok-tembok keterbatasan dalam dirinya. menembus batas-batas kelemahannya. untuk terus mengabdi. untuk terus berkontribusi. Seperti kata Soekarno: “Aku bukan budak Moscow, bukan pula budak Amerika. Aku adalah budak, BAGI RAKYATKU SENDIRI!!!”.

3. VISIONER

Seorang pemimpin yang baik haruslah seorang yang visioner. punya mimpi. optimis akan masa depan dia dan yang dipimpinnya. Keadaan Indonesia saat ini tidak jauh berbeda. Krisis berkepanjangan ini benar-benar sudah membuat lelah rakyat. sikap pesimis yang tidak terelakkan. harapan yang sangat bias. maka bangsa ini membutuhkan -atau sangat membutuhkan- pemimpin yang visioner. hidup dengan harapan. dan menghidupkan rakyatnya dengan harapan itu.

4. TERAMPIL

Mutlak bagi seorang pemimpin untuk memiliki kemampuan memimpin. menguasai seni dalam memimpin, memotivasi, mengkoordinasi, dll. Khususnya untuk di Indonesia, pemimpin harus punya kemampuan PEMERSATU. kita bisa liat realita bahwa Indonesia saat ini lagi kurang SATU. banyaknya suku, daerah, ras, dsb malah menjadi pemecah persatuan. menimbulkan pertengkaran.

KESIMPULAN

yang bangsa ini butuhkan sekarang bukanlah pemimpin yang hebat. bukan. tapi sebuah TIM yang HEBAT. karena bangsa ini tidak akan pernah maju dengan darah 1 orang. karena bangsa ini tidak akan pernah maju dengan aliran air mata 1 orang. karena bangsa ini tidak akan pernah maju dengan letupan ide 1 orang. tapi sebuah TIM.

maka tidak heran bahwa Soekarno pernah bilang: “berikan saya 10 pemuda maka saya akan mampu mengguncang dunia”. Tapi pemuda seperti apa? (ini yang jarang ikut dikutip). ”…pemuda yang jiwanya dipenuhi dengan rasa cinta terhadap tanah airnya…”.

SUMBER

http://suarapembaca.detik.com/read/2008/08/11/165054/986644/471/kriteria-pemimpin-indonesia

http://www.oasetarbiyah.com/?p=56

http://re-searchengines.com/denysuwarja6-04.html

http://adjiewicaksana.wordpress.com/2008/11/29/pemimpin-indonesia/



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: